Perkenalan ke-31 kontributor buku “Menghimpun yang terserak, untuk Indonesia Lebih Baik,” Prof. Dr. T. A. Fauzi Soelaiman, MSME (London, Inggris)

Oleh :admin IA-ITB
06 August 2012 | 14:16

ITB Alumni Global Network
Rekan alumni ysh.,

Setelah melanglang buana ke berbagai belahan benua mengenal profil berbagai macam profesi penulis buku “Menghimpun yang terserak, untuk Indonesia Lebih Baik,” kali ini adalah suatu kehormatan bisa memperkenalkan seorang teknokrat sekaligus diplomat Indonesia di kancah Internasional.

Beliau adalah Prof. Dr. T. A. Fauzi Soelaiman, MSME. Saat ini menjabat sebagai Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia.

Mari kita simak lebih jauh profil beliau, .... setelah sebelumnya mengenal profil Dr. Ahmad Syamil, Dr. Anastasia, Dr. Asep Bayu, Ing. Bambang Sadaryanto Santoso, MM, CMRP, Andi AB Salahuddin, ST, MSc., Benny Lubiantara, ST, Christian Tan, CPA, CFE, CISA, Desiree Abdurrachim M.Sc., Prof. Bambang Parmanto, Basuki Winoto, MBA, M. Fauzan Adziman, M.Eng., Fauzi Djauhari, ST, Hendra Messa, ST, Irendra Radjawali (PhD Candidate), Irsal Imran, PhD., Isti Dhaniswari S.Ds., IswandaruWidyatmoko, PhD, Khoirul Anwar, PhD., Ir. Joefrizal, MM., Meidya Ariandiny, Muhamad Reza, PhD, Ir Muhamad Napoleon Ghozali MSc, SPE CPP, Muhammad Ruslailang Noertika, ST, MM., Novel Tjahyadi, ST, MSc, MBA, Oki Trinanda Musakti (MAppSc-Geology), Rachmadian “Doni” Wulandana, PhD, Dr.Ing. Ilham Supriyanto, Teddy Surya Gunawan, Prof. PhD, Taufik Faturohman, S.T., MBA.

Profil-profil dapat diakses juga di website

. ---

Prof. Dr. T. A. Fauzi Soelaiman, MSME
Atase Pendidikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia
London, Inggris

Lahir di Bandung pada tahun 1960, Prof. Dr. T. A. Fauzi Soelaiman, MSME, mengenyam pendidikan kelas 3 SMP dan SMA di negeri paman Sam. Sebelum masuk ITB, beliau sempat kuliah dahulu di University of Maryland, Amerika Serikat, jurusan Teknik Mesin sejak tahun 1978. Kemudian melanjutkan kuliahnya di Teknik Mesin ITB dan berhasil mengukuhkan prestasi sebagai lulusan terbaik Teknik Mesin pada tahun 1984.

Beliau adalah putra Indonesia yang mempublikasikan ‘Siklus Fauzi’ dalam Pidato Ilmiah pengukuhannya sebagai Guru Besar ITB tahun 2010 dengan fokus penelitian di bidang Sistem Konversi Energi, Elektronik Otomotif dan Energi Terbarukan. ‘Siklus Fauzi’, yang diberi nama atas penemunya, merupakan suatu set siklus termodinamika. Siklus tersebut bisa terdiri dari minimum 3 proses, tidak ada maksimum. Namun, agar mudah dan murah dibatasi hingga 5 proses yang terdiri dari kelima proses ideal, yaitu isokhorik, isobarik, isotermal, isentropik dan isentalpik. Seperti layaknya siklus Carnot, Otto atau Diesel, siklus ini diharapkan dapat meningkatkan kerja spesifik dan/atau efisiensi suatu sistem sehingga dapat menekan laju penghamburan energi. Setidaknya ada tujuh paten yang telah beliau bukukan, utamanya bertema energi.

Setelah mengantongi gelar insinyur pada tahun 1984, kepiawaiannya di bidang teknik kembali diasah di University of Minnesota, Amerika Serikat, pada tahun 1986-1992, dimana gelar Master dan Doktor diraihnya. Mantan ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) cabang Minnesota ini adalah peraih Mitsubishi Research Fellowship di University of Auckland, New Zealand. Beliau adalah mantan ketua Komisi Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi dan Kewirausahaan, LPPM ITB yang aktif menyerukan pentingnya pertimbangan energi terbarukan yang ramah lingkungan sebagai sumber energi. Salah satunya, beliau sampaikan ketika menjadi pembicara utama (keynote speaker) di Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia ke-11 di London, Inggris. Tidak berhenti di bidang teknik, Pak Fauzi, begitu panggilan akrab mahasiswa kepadanya, adalah seorang diplomat.

Pak Fauzi diutus menjadi Atase Pendidikan KBRI London sejak tahun 2010 hingga saat ini, yang merupakan seorang dari 15 Atase Pendidikan Republik Indonesia di seluruh dunia. Belum genap 2 tahun menjabat, upaya diplomasinya membuahkan hasil seperti berdirinya pusat kajian Indonesia di University of Exeter, Inggris. Selain itu, beliau menjajaki dibukanya kajian Indonesia di University of Oxford, seperti yang diberitakan kantor berita Antara. Menindaklanjuti kunjungan PM David Cameron ke Jakarta, Pak Fauzi berhasil memfasilitasi penandatangan MoU oleh Menteri Pendidikan Nasional RI antara universitas-universitas di Indonesia dan Inggris. Contohnya, ITB dengan University of Cranfield, Universitas Terbuka dengan Open University, juga tidak terlepas peningkatan hubungan UI dengan University of Newcastle dan lain sebagainya.

Prof. Dr. T. A. Fauzi Soelaiman, MSME, dan Ibu Bonita S. Sa’danoer dikaruniai tiga orang putra dan putri, yaitu T.M. Aziz Soelaiman, R.S. Bashiira Soelaiman dan R.S. Chairiina Soelaiman.

Curriculum Vitae: http://goo.gl/OzgHD

Database
* Pencarian Database Alumni